Brewster Kahle

Brewster Kahle, Pustakawan Digital

Brewster Kahle

Pemilik Internet Archive Brewster Kahle didepan alat pindai buku. Foto:AP

AWAL bulan Mei, Brewster Kahle mengumumkan layanan terbaru Internet Archive(IA), di San Fransisco, Amerika Serikat. “Proyek ini menjadi awal untuk satu juta buku bagi para tuna netra dan penyandang disleksia,” kata pendiri IA itu.


Proyek itu butuh biaya tidak sedikit. Menurut Kahle, proyek itu didukung yayasan miliknya, perpustakaan, perusahaan swasta dan pemerintah AS.
Sampai saat ini, sudah ratusan orang dipekerjakan untuk memindai ribuan buku yang kemudian diformat sedemikian rupa agar bisa diakses para tuna netra dan penyandang disleksia. Kahle juga memiliki 20 pusat pemindaian yang tersebar di lima negara bagian Amerika Serikat, salah satunya terletak di Library of Congress, Washington D.C.
“Kami menyediakan novel terbaru, buku pendidikan, dan buku apapun. Jika ada yang ingin mendonasikan bukunya, berikan kepada kami untuk didigitalkan. Arsip itu akan menambah jumlah koleksi kami,” tambah Kahle.

Layanan yang merupakan bagian dari proyek nirlaba Open Library itu dapat diakses melalui situs open library ini. Anda dapat mengkonversikan buku-buku itu dalam format Digital Accessible Information System (DAISY), sehingga teks tersebut menjadi versi audio. “Karena setiap orang berhak mendapat akses membaca buku sebagai sumber inspirasi, hiburan dan pendidikan,” kata Kahle.
Selama ini, lanjut Kahle, jumlah buku digital dan audio yang beredar sangat terbatas. Biasanya versi non cetak buku-buku itu tergolong mahal, kerap kali dalam format ringkas (teks yang tidak utuh), serta tidak diproduksi dalam format yang mudah diakses oleh tuna netra. Koleksinya juga terbatas pada judul-judul populer yang dipublikasikan beberapa tahun silam. “Penerbit kebanyakan berkonsentrasi pada buku-buku yang menguntungkan dan terbaru saja. Kami bekerja keras untuk mendapatkan semua buku secara online,” kata Kahle.
Marc Maurer, presiden Federasi Nasional untuk Tuna Netra mengamini pendapat Kahle. Menurut Maurer, hanya 5% dari buku yang terbit tersedia dalam format digital sehingga bisa diformat menjadi audio. “Membaca buku ialah tantangan terbesar bagi tuna netra seperti kami. Sekarang, untuk pertama kalinya kami memiliki akses lebih banyak,” ujar Maurer.
Semasa kuliah, Maurer menggaji sesorang untuk membacakan buku baginya. “Itulah cara kebanyakan mahaisswa tuna netra melewati masa studi mereka. Inistiatif yang dilakukan Internet Archive akan megubah nasib sejumlah orang,” ujarnya.

Internet Archive
Bisa dibilang Kahle ialah sosok pustakawan yang berupaya mengembalikan posisi terhormat profesi tersebut seperti di masa lalu. Pustakawan zaman dahulu ialah orang berpengaruh, yang pendapatnya patut didengar pemangku jabatan, bukan sekadar penunggu perpustakaan.

Berlatarbelakang ilmu dan teknik komputer Massachusetts Institute of Technology(MIT), Kahle melihat internet sebagai perpustakaan besar dengan koleksi buku tak terhingga. Pada 1996, dia mendirikan IA (archieve.org) untuk mendokumentasikan semua laman internet dan Alexa.com yang dikenal sebagai pemeringkat situs internet. Pada 1999 Kahle menjual Alexa.com kepada Amazon dan memilih untuk menekuni IA.  “Saya pustakawan. Saya mencoba membawa sebanyak mungkin hasil karya kepada orang-orang. Teknologi ialah cara paling pas saat ini,” ujar Kahle yang sempat mempelajari Ilmu Perpustakaan di Simmons College di Massachusetts.
Desember 2007, dia berbicara mengenai mimpi itu pada forum Entertainment Gathering. Kahle berbagi ide tentang mendigitalkan semua materi cetak, video dan audio sehingga bisa diakses melalui internet. Kahle lantas merujuk koleksi buku Library of Congress yang mencapai 26 juta judul. “Kalau itu didigitalkan, Anda tidak membutuhkan banyak ruang,” kata Kahle.

Dan yang terpenting, menyimpan format digital sebuah karya akan menjaga peradaban. Manusia pernah belajar, bagaimana kehancuran Perpustakaan Alexandria(Iskandariyah)di Mesir pernah menghapus jejak peradaban.
Sejauh ini IA telah mendokumentasikan lebih dari 85 juta situs internet. Pada situs IA, Anda dapat melihat laman Yahoo! pada 1996, misalnya, dengan menggunakan fitur Wayback Machine.

Sebanyak 340 ribu dokumen IA juga dapat dikonversi ke format DAISY. Memang, target Kahle melalui IA ialah mewujudkan akses universal kepada semua jenis pengetahuan. Lantas, bagaimana dengan hak cipta? “Hukum mengizinkan perpustakaan menyediakan buku bagi mereka yang tidak memiliki akses membaca, apapun caranya,” kata Kahle tegas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s