theman

The Man Who Loved Books too Much

The Man Who Loved Books too Much -- versi bahasa Indonesia diterbitkan Alvabet, Mei 2010. 300 halaman, 13 x20 cm, Rp59.900

Apa sih hal tergila yang pernah Anda lakukan untuk sebuah buku?

John Gilkey rela masuk penjara berkali-kali.

Ken Sanders menasbihkan dirinya sebagai bibliodick -detektif buku yang juga sangat mencintai buku– dan mati-matian menemukan kembali buku-buku.

Lalu Nyonya Buku? Hahaha.. Nyonya Buku cuma pernah puasa tiga hari seminggu, jalan kaki dari rumah ke kampus, buat ngeborong buku di pameran. hehehe.

Hummpf.. baiklah, Nyonya Buku sebetulnya juga pencuri buku. Buku-buku yang bertahun-tahun mejeng di rak perpustakaan tanpa satu pun yang meminjam, rasanya seperti menangis minta ‘diadopsi’.

Btw, thx to Allison Hoover Bartlett, she did a great project.

Versi Bahasa Indonesia buku karya Allison Bartlett ini tergolong lumayan cepat keluar. Diterbitkan Alvabet, sebetuknya terjemahannya  enggak terlalu asik, sih. Tapi masih jauuh bisa diterima ketimbang terjemahan Libri di Luca.

Buku ini tentang para penggila buku.  Gilkey pencuri buku yang tak pernah bertobat serta Sanders yang seumur hidup menjadi kolektor dan penjual buku langka lalu sekaligus menjadi detektif buku untuk mengejar para pencuri buku.

Dan kisah ini, bukan fiksi. Bukan imajinasi si Allison. Penulisan ini proyek serius. Allison mewawancarai Sanders, juga menemui Gilkey di penjara.

Orang-orang yang sempat mengetahui proyek penulisan Allison ini juga sempat enggak percaya. Mereka pikir, Allison nulis novel. Karena, cerita pencurian buku dan kegilaan pecinta buku itu enggak terasa nyata, gitu loh.Sedangkan pencurian lukisan, udah jamak banget.

Nah, dari buku ini, Nyonya Buku jadi makin yakin kalau penggila buku sebetulnya enggak beda dengan penggila lukisan, misalnya. Rela menghabiskan ribuan bahkan puluhan ribu dollar untuk sebuah buku.
Psst!!! Ada temen Nyonya Buku yang mau ngebayar RP2 juta buat buku Pangeran Kecil terbitan Pustaka Jaya. Heheheh…

Buku edisi pertama Harry Potter and The Philosopher's stone dilelang di rumah lelang Bloomsbury. Foto:AP

Dan jangan salah, nilai Rp2 juta itu sih kecill aja. Buku Harry Potter and the Philosopher’s Stone edisi pertama laku senilai Rp175 juta di rumah lelang Bloomsbury, London, minggu lalu. Pemiliknya Tim Tucker, lelaki London yang membeli buku itu pada 1998 seharga 10 poundsterling aja. Karena dia nyadar kalau itu buku edisi pertama, maka Tim membeli versi paperback untuk cucunya. Kata Tim, “sedari kecil saya dinasehati ayah untuk menjaga buku-buku saya. Itu nasehat terbaik yang pernah saya dengarkan.”

Lha iya lah… investasi Tim naik luar biasa dalam tempo 12 tahun aja.

Dan buku Harry Potter itu juga masih murah… hehehe.

Akhir tahun 2009, edisi pertama buku On the Origin of Species by Means of Natural Selection yang ditulis Charles Darwin terjual dengan nilai 103.250 poundsterling atau sekitar Rp1,7 milyar di rumah lelang Christie, London. Tahun 2008, sampul muka komik Tintin di Amerika karya Herge laku terjual US931.200 atau sekitar Rp8.9milyar.

Nah, karena nilainya yang besar, pencurian buku sebetulnya tidak kalah semarak dibandingkan dengan pencurian lukisan.

Tapi John Gilkey yang ditulis Allison, sama sekali bukan pencuri buku yang mengejar angka nominal. Dia jenis orang yang mencuri buku langka demi status. wuidih…

Dan buku The Man Who Loved Books too Much ini juga menawarkan referensi buku yang menarik, dinamika bisnis buku langka, serta dinamika kehidupan kolektor dan penjual buku langka yang bikin pecinta buku berdebar-debar.Nyonya Buku juga gitu, kok. Rasanya deg-deg an membayangkan diri ada di kepungan rak buku tinggi berisi buku-buku berharga.Duhhh….

Dan karena bukan buku fiksi, Allison juga menyertakan catatan kaki sehingga memudahkan pembaca untuk menjelajah lebih jauh.😀

Pick this book especially you are book lovers.

Enjoy, then!

3 comments

  1. Saya juga baru membaca buku ini🙂
    Memang kelemahan buku terjemahan adalah berkurang atau berubahnya makna pada tulisan pengarang. Mungkin kalau ada waktu, saya akan menyempatkan diri untuk membaca versi aslinya…

    Dan mengenai pertanyaan “Apa sih hal tergila yang pernah Anda lakukan untuk sebuah buku?”. Jawaban versi saya datang saat saya masih SMA, saat saya rela menghabiskan uang saku satu minggu untuk membeli buku. Alhasil? Kadang pulang ke rumah dengan berjalan kaki sejauh 5 km.. Ga terlalu gila sih. Hehehe…

    Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s