Jurnalis Narsis

Jurnalis Narsis

Jurnalis Narsis

Cover Jurnalis Narsis diterbitkan Lingkar Pena, 2010

Sebetulnya sudah lama Nyonya Buku enggak baca buku-buku yang dengan terang-terangan memasang label FUN FICTION.

Jadi saat buku ini diatas meja (siapa sih yang ngirim, nih?) maka Nyonya Buku cuma memandang selintas saja.

Ih, sampulnya enggak banget deh. Pasti garing.Tapi ternyata itu cuma tuduhan…

Karena saat dibaca, jujur saja, enggak buruk-buruk amat sih.

Penulisnya tahu betul apa yang dia tulis. Doni Indra memang pernah menjadi wartawan ekonomi. Jadi ketika ia menulis Paijo, wartawan Bisnis Moncer yang biasa liputan di Bursa Efek, ya klop lah.😀

Doni menulis dengan gaya orang pertama. Narasinya lancar dan apik meski banyak kalimat-kalimat konyol di sana-sini yang kadang-kadang jadi terasa garing.

Tapi apa yang ia tulis, ialah kebenaran. Potret sesungguhnya pekerjaan wartawan plus dinamikanya, mulai dari urusan kloning berita, wartawan baru yang cupu , gaya wartawan yang lama miskinnya sampai enggak bisa gaya (hehehe) ,  wawancara yang kadang-kadang perlu informal, kecelakaan menimpa rekaman wawancara ,  belajar yang tak kunjung selesai karena kadang-kadang seorang wartawan diceburkan di bidang yang tidak ia pelajari saat kuliah, bagaimana mendekati narasumber, mengejar berita berhari-hari, menyamar demi emndekati narasumber, hingga bagaimana sms redaktur memenuhi inbox: mulai dari jadwal liputan sampai pertanyaan untuk narasumber.

Dinamika itu tambah seru ketika wartawan bekerja untuk media kecil. Terutama karena narasumber kadang-kadang memilih dengan siapa ia bersedia diwawancara.

Untuk semua itu, Nyonya Buku kasih lima bintang. Kenapa? Karena Doni sebetulnya tengah menertawakan hidupnya dan membawa kita menertawakan hidup kita. Maksudnya apa? Ya biar enggak serius-serius amat menjalani hidup. heheh.. la wong yang serius aja enggak selamat-selamat amat hidupnya.  (mulai ketularan garing)

Di akhir cerita, Paijo pulang dari liputan ke luar negeri. Entahlah, apa ini dimaksudkan sebagai final menjadi seorang wartawan? hadiah terbesar sebagai seorang wartawan? Kenapa misalnya bukan menang Pulitzer? hehehe

Lantas Doni juga tidak menyinggung isu-isu sentral mengenai indepensi wartawan seperti gratifikasi -kalangan wartawan biasa menyebut amplop atau jale- serta wartawan bodrek (wartawan yang medianya enggak jelas apa dan mengejar uang dari narasumber). Padahal fenomena itu masih ada, hampir di semua lapangan liputan termasuk bursa saham, meski katanya reformasi.

Mungkin karena Doni tidak ingin masuk ke area itu agar tidak kontroversial, jadi ia konsisten membangun wartawan konyol ala Paijo, yang naif dan lugu tapi mau belajar, yang menjalani ribetnya jadi wartawan dengan tertawa dan bisa juga jadi wartawan kritis.

Skip it or pick it?

Pick it if you need to read @angkot.Also for new reporter or journalist wannabe. Paling enggak, bisa kebayang suasana awal pekerjaan seorang wartawan ekonomi di bursa saham.

Data Buku:

Judul: Jurnalis Narsis
Penulis: Doni Indra
Editor: Nurhadiansyah
Desain Sampul:Tri Widiatmaka
Penerbit: Lingkar Pena, April 2010, Cetakan pertama.
Halaman: xii +206
Ukuran: 19×12 cm
Harga: Rp32.000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s