reading boy

Transaksi Buku Seperti Beli Narkoba

SMS received.
from jengnil
+0818xxxxxx

barangnya dah ada. aku taro di CL 4th dkt nokia center.

SMS sent
to: jengnil
+0818xxxxxx
ok. sgr ke tkp. dua lagi akhir bln ini ya. thx.

Lantaran SMS itu,  Sabtu kemarin, ditemani tuan almanak, nyonyabuku meluncur ke sebuah mal di bilangan grogol.

“mau ngapain sih? tumben kesana?” tanya tuan almanak yang ribet dengan jalanan ramai di sekitar central park.

halah, cepetan yuk keburu ujan tar macet. mau ambil buku nih.

maksudnya ke gramedia?

bukan.udah yuk cepetan.

eskalator demi eskalator sampi ke lantai empat.

lahhh itu dia counternya.

“Mbak, mau ambil lolita,”kata nyonya buku dengan senyum paling manis.

Dua orang penjaga counter berpandangan. yang satu melihat catatan.

“Nama?” tanya dia.

sukurlah nama nyonya buku bener-bener ada. dan jreng… Lolita dan Three Cups of Tea masuk kantong plastik kuning.

“Makasih.”

Beberapa langkah kemudian, “beli buku kok kayak transaksi narkoba,” kata tuan almanak.

hehehe. seru tau…

lagian dua buku itu cuma dijual 50ribuan. Hongkong punya, kata jengnil.

karena penasaran, kayak apa sih buku paperback made in HK, nyonya buku njajal mesen.

melihat kualitasnya sih, sebetulnya nyonya buku berasa itu seperti buku bajakan. covernya gag terlalu tajam dan potongan kertas ada yang miring2 gitu. hehehe..

lantas, saat dinner di kakilima dekat megaria (halaahhhh!) tuan almanak mengenang, masa-masa ketika buku-buku pram masih dilarang. ketika naskah tetralogi pulau buru masih fotocopyan dan dijilid dengan sampul resep masakan atau sampul pelajaran PMP kelas 2 SMA.

“la wong buku karl marx buat pemula aja diumpeting sampe dibawah kasur. trus bawanya ngumpet-ngumpet, ” kata tuan almanak sambil nyendok nasi goreng.

“la waktu itu kan anak UGM dipenjara gara gara jualan buku-buku fotocopyan Pram,” kata tuan almanak lalu nyeruput air mineral kemasan giant.

ya ya.. bersyukurlah kita sekarang enggak perlu sampe gitu-gitu amat.😀

cuma kok masih ada aja ya pelarangan buku?di Indonesia, sejauh ini sudah lebih dari 260 buku dilarang. beberapa sudah ada yang ‘lulus’ daftar larangan itu dan boleh diterbitkan. misalnya, tetralogi pulau burunya Pramudya Ananta Toer.

ini daftar buku yang (pernah) dilarang di Indonesia.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s