Duo Hippo Dinamis

Gres: Duo Hippo Dinamis

Acara menarik di akhir pekan datang dari twitternya Trinity.

Eh, pas nengok jam, masih jam 3. Masih sempat ke Asemka(buat beli sepatu plastik ala crocs yang empuknya bikin takjub. hehehe)

Lagian tuan almanak kan ngebut bawa motornya.😀 Jadi masih ada harapan lah ke GI.

Tapi.. telat sampai Grand Indonesia. Duh, udah rame banget. La wong ya sudah jam 5 kurang seperempat. Trinity terlihat di depan. Bersama Lala dan Erastiany.

Duo Hippo Dinamis, Penerbit BFirst, 130 halaman, 25 sm, Rp39.000

Duo Hippo Dinamis ialah sebuah trabvelog grafis. Menarik sekali. (ugh.. ide ini kepikiran dua tahun lalu tapi gag punya tukang gambarnya. hehe. dasar Nyonya Buku miss wacana saja!)

Dan ini jenis buku yang habis dibaca 15 menitan. Paling pol setengah jam kalo gag disambi nyupir mobil (lah iya lah). Sepanjang kurun waktu itu, Nyonya Buku ngakak-ngakak tuh bacanya.

Duo Hippo Dinamis (DHD)itu sebutan untuk KK dan DD. Si Trinity itu lah DD nya.

Dua-duanya gendut, ginuk-ginuk dan cuek bebek. Mereka doyan jalan-jalan dan berenang. Makanya dinamain dua hippo, soale kayak kuda nil. hihih.. itu statement mereka loh.

DD dan KK jadi semacam tokoh anti hero. Dan efek psikologisnya, ya mereka jadi ‘one of us’ bukan fantasi atau tokoh di awang-awang yang bisa jadi panutan.  Makanya, kisahnya pun jadi ‘one of our story’, perjalanan yang tidak selalu sempurna.

Hippo- Kuda nil

Nah, kisah pertama dari seri DHD ini Tersesat di Byzantium. Sebuah kisah perjalanan ke Turki yang dilakukan dengan sangat impulsif.

Makanya, banyak hal-hal tak terduga yang terjadi selama perjalanan itu.Dan ini sebetulnya khas Trinity. Sebelum merilis novel grafis travelogue ini, Trinity lebih dulu dikenal sebagai penulis seri Naked Traveler(sampai sekarang, udah ada dua buku) yang sengaja mengisahkan cerita perjalanan seru dan konyol.

Bagian kocak pada DHD ini misalnya (sorry rada spoiler)ketika KK dan DD terpisah di trem. Lantas KK mengisi waktu dengan berjalan-jalan di sekitar tempat ia turun agar DD mudah menemukannya. Tanpa sadar ia mengitari gedung yang sama dan bertemu dengan pemberi flyer pizza. celetukan si pemberi flyer (yg tentunya imajinasi KK dan DD) bikin Nyonya Buku ketawa-tawa.

“Ternyata tempat ini kurang efektif buat bagi bagi flyer. Pantesan aja restoran ini kurang laku, ” si pembagi flyer ngebatin si pembagi flyer setelah memberi flyer pizza ke sekian kalinya ke KK.

hehe, enggak tau kenapa, bagian itu lucu bener. Karena memang nyatanya, saat kita di suatu tempat yang asing, emang jarang ngeh dengan arah, kan. Jadi bisa aja cuma muter-muter di tempat itu.

Yang paling asyik, KK dan DD berbagi pengalaman ttg Turkish Bath, kota bawah tanah di Derinkuyu, naik balon udara, sampai roti ekmek. hehehehe…Trus, kisah personal dari ‘temuan’ KK dan DD di Turki, karena inti dari perjalanan, (menurut Nyonya Buku) ialah relasi antar manusia. Kita bertemu dengan penduduk lokal, menjadi teman baru, belajar mengerti budaya yang berbeda dan akhirnya menghargai perbedaan. Hal-hal itu yang seharusnya menjadi tujuan sebuah perjalanan. Bukan tanda bukti foto yang bsia disharing di Facebook. hehehe

KK dan DD mengingatkan hal itu tanpa menggurui.

Skrinsyut DHD diambil dari duohippodinamis.wordpress.com

Dan Nyonya Buku angkat topi tinggi-tinggi untuk Lala. Dia jago bener bikin visualisasi kisah KK dan DD. Terasa nyatu sekali, seolah-olah mereka bertiga jalan bareng, bukan cuma KK dan DD saja.

Lala, sebelumnya telah menerbitkan komik Curhat si Lala. jadi emang bukan orang baru di dunia buku grafis seperti ini.

Two thumbs up lah. Menghibur dengan huruf besar semua.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s