What’s wrong with slow reader?

 

--Picture:corbis images

Saat menunggu jam main The Tourist di Blitz Central Park, 31 Desember lalu, aku sempatkan ke Gramedia. Buku Baca Kilat masih aja bertengger di rak buku laris. Aku beli, sekadar penasaran. Katanya kita bisa baca dengan kecepatan 1 detik per lembar. Dahsyat ya?

Menurut penulis buku itu, Agus Setiawan,  untuk membaca secepat kilat kita perlu:

1. masuk kondisi genius — ini semacam kondisi optimal dari otak, lah.. kalau aku bilang sih, kondisi yang juga digembargemborkan erbe sentanu dalam quantum ikhlas itu lah.

2.aktifkan pandangan mata reseptif.  — aku agak sulit menjelaskannya, tp mudah dicoba. ini seperti mengunci fokus kita pada sebuah titik lalu akan terlihat ‘gambaran lain’. semacam melihat lukisan ‘wanita muda dan tua’ dalam satu gambar, atau membaca tulisan yang terdapat dalam gambar 3 dimensi. Terus lakukan langkah ini pada halaman demi halaman buku.

3. tutup buku dan yakinkan diri semua informasi sudah masuk otak kita, sudah tersimpan dalam memori jangka panjang kita.

well, anyway, menurutku sih boleh-boleh aja orang baca secepat kilat. sah-sah aja. toh ada caranya dan terbukti berhasil pada sebagian orang. aku sendiri mungkin tidak akan menutup diri jika suatu saat membutuhkan. misalnya kalo nanti mau ambil kuliah lagi.. hihii

tapi masalahnya aku ini orang yang suka berlambat-lambat. maksudku, buku-buku non fiksi mungkin bisa diperlakukan seperti itu, tapi bagaimana dengan buku fiksi? aku suka cerita, walau tahun lalu aku banyak melewatkan buku-buku fiksi untuk dibaca lantaran tidak mampu mengatur waktu.dan tahun ini aku sudah sangat berniat untuk membaca buku-buku cerita. kalau baca secepat kilat, berarti hanya sebentar waktuku bergaul dengan Baldassare Embriaco (Balthasar’s Odyssey-Amin Maalouf) misalnya. Padahal kan asyik sekali ngikutin petualangan dia nyari kitab pemuat nama Tuhan yang keseratus itu, sampai tiga benua. Buku terjemahannya cuma sekitar 600-an halaman, berarti cuma 600-an detik.. hah? cuma 10 menit??? huaaaaa enggak rela…

dan aku pikir-pikir, membaca buku-buku malcolm gladwell, meski non fiksi, enggak bakal asyik juga kalau dibaca cepat-cepat. mungkin teknik baca kilat cuma bisa aku pake untuk baca petunjuk teknis memasang dvd, kipas angin atau malah untuk baca resep masakan? maksudku, untuk membaca buku-buku ‘how to’ gitulah.

Memang, kalau bisa baca cepat, kita akan punya lebih banyak waktu untuk baca lebih banyak buku.  Tapi aku pikir enggak perlu lah. Toh enggak semua buku yang diterbitkan di dunia ini, layak dibaca kok. Aku yakin banget itu. Karena nyatanya emang banyak buku laris yang ternyata enggak penting-penting amat buatku untuk dibaca. Maksudku, kalaupun aku mati tanpa baca buku-buku itu ya aku enggak bakal jadi hantu penasaran lalu balik ke dunia dan mendekam di toko buku Borders atau Toga mas, misalnya.hehehe

Buku Baca Kilat, buatku, masuk ke kelompok itu. Enggak perlu-perlu amat ada di rak bukuku untuk saat ini. Mungkin nanti.. entahlah, kalau aku sudah tergila-gila dengan kecepatan.

Jadi, sementara ini,  caraku mengakali waktu agar bisa banyak membaca buku-buku bagus dengan tenang ialah mematikan televisi di rumah. –yaa,  kalau nanti dah  ada indovision, mungkin perlu pembatasan jam nonton- plus bergeming dari semua notifikasi facebook dan twitter–aku sudah lelah sekali dengan semua socmed itu– kepalaku rasanya penuh dengan celotehan enggak penting –orang-orang yg keranjingan pasang status –anakku udah bisa loncat, anjingku kesedak, baru dapat mobil baru, in relationship with, complicated relationship, — i mean, kenapa sih jadi harus laporan melulu ama facebook atau twitter? damn!

sorry,  aku jadi menggerutu dan itu membuat aku jadi orang yang menyebalkan sekali.

anyway, happy new year everyone.

Resolusiku tahun ini: tak terganggu dengan segala fantasi kecepatan, memiliki relasi personal dengan buku-buku yang kubaca. and perhaps… frankfurt book fair. amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s